Analisis wawancara

Observasi terhadap itee

Mengamati perilaku Non-verbal

  • Perilaku motorik (gaya, tingkat koordinasi an tingkat aktivitas, misalnya hiperaktivitas, hipoaktivitas, saradan, tremor, kecerobohan, agitasi, mondar-madir, senyum, gerak ritual,stimulasi diri, gerak bergoyang, gerak stereotipe)
  • Postur dan perubahannya (santai, kaku, tegang, membungkuk, tegak, berbaring, lunglai, lemas)
  • Ekspresi wajah dan kesesuaian dengan isi wawancara (waspada, kososng, tumpul, tersenyum.cemerut, tertegun, cemas, marah, sedih kacau)
  • Kontak mata (terus-menerus atau tidak sama sekali)

Kemungkinan Makna dari perilaku non-verbal

  • Kontak mata: Kesiapan atau kesediaan untuk berkomunikasi interpersonal, perhatian.
  • Menatap orang atau objek terus menerus: Menantang, konfrontatif, cemas, kekakuan
  • Bibir terlipat : Stress, kemarahan, kekerasan, keras kepala
  • Menggeleng dari kiri ke kanan: Tidak setuju, tidak terima tidak percaya
  • Duduk memutar badan dari pewawancra: Kesedihan, tidak berani, menolak diskusi
  • Gemetar, tangan: nervusKecemasan, kemarahan
  • Mengetuk-ketuk kaki: Ketidak sabaran, kecemasan
  • Berbisik :Kesulitan menceritakan topik
  • Diam :Keragu-raguan untuk berbicara kekhawatiran
  • Tangan dingin, lembab, nafas pendek, pupil melebar, wajah pucat, memerah, gatal-gatal dileher: Ketakutan, gugahan positif (antusias, berminat) atau negati (cemas, malu)

Mengamati penampilan pribadi

  • Perhatikan cara berpakaian, gaya potongan rambut, dan latar belakang budaya intervewee. Apakah berpakain rapi, kotor, lusuh. Dengan memperhatikan dengan cermat penampilan fisik seseorang pewawancara akan mendapatkan informasi terhadap dirinya dan kelompoknya atau kelompok yang ditirunya.

Menginterpretasikan pengamatan:

  • Mood:Tanda-tanda baik verbal maupun non verbal dapat digunakan untuk membangun kesan mood dan suasana emosional inteviewee, misal apakah nada suara konkruen dengan isi? Contoh interviewee tampak depresi, cemas, atau marah tetapi memberikan respon yang menunjukkan kurangnya prhatian pada hal-hal yang membuat orang lain sangat terganggu
  • Perkembangan fisik dan neurologis, mengamati postur, cara berjalan, koordinasi motorik kasar dan halus dan nada suara akan melengkapi informasi mengenai perkembangan fisik dan neurologis interviewee. Ketika mengamati perilaku motorik pewawancara harus secara khusus menyadari kemungkinan penyebab setiap ketidaknormalan termasuk efek samping pengobatan, juga jika ada masalah motorik, pertimbangan frekuensi dan reaksi interviewee terhadap hal itu. Perhatikan pula tanda-tanda perkembanganfisik, terutama pada anak-anak dapat juga diperoleh dengan mengobservasi tinggi dan berat badan dan penampilan secara umum

Dikutip dari http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/analisis-wawancara#more-474

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s